udara malam menuju pagi
dan segala yang hidup kemarin
yang menjadikannya
sebuah ruang di antara kita
bisa jadi akan
segera menjadi perihal
yang kelak dirindukan
seperti gigil
redup
penat
kantuk
dan segala yang
masih terpaksa
juga tidak terbiasa
sudah kadung
berubah jamur di kepala
menerka-nerka
definisi dari aku
di kepalamu
satu lagi,
terimakasih untuk
detak waktu yang melingkar
di pergelangan tangan kirimu
sebab telah menanggapi
penasaranku atas waktu pagi itu
nantinya
semoga kamu tahu
pertemuan mata kita
memberimu makna
bahwa aku pernah
menulis tentangmu.
Pukul 1:15
di antara malam dan pagi,
samar-samar serta hutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar