Laman

Minggu, 28 Februari 2016

Saya dapat surat!


Selamat malam, Jelita

Perkenankan saya mengaggumi paras rembulanmu itu,
Lalu sebagai sebuah tanda yang dapat matamu temui,
Akan saya tuliskan takjub di atas kertas putih
Jikalau nantinya sampai ke tanganmu, jelita
Perkenankan seonggok rasa di atas aksara tersebut,
Yang sudah mutlak kalah cantiknya dengan kamu,
Untuk dibaca dengan seksama

Saya tahu benar atas keberadaan saya di hidupmu,
Sebuah nama yang mustahil kamu fikirkan, sedang parasmu sudah dahulu
menjamur di kepala
Namun perkenankan,
Takjub saya untuk sekali saja,
Kamu hargai keberadaannya. 

Sudikah kiranya?"

Maka mataku menemuinya:
Surat darimu yang kau beri judul untuk rembulan.
seperti katamu, hanya kamu seorang.