Laman

Senin, 09 November 2015

memori


udara malam menuju pagi
dan segala yang hidup kemarin
yang menjadikannya
sebuah ruang di antara kita 
bisa jadi akan
segera menjadi perihal
yang kelak dirindukan

seperti gigil
redup
penat
kantuk
dan segala yang
masih terpaksa 
juga tidak terbiasa

sudah kadung
berubah jamur di kepala
menerka-nerka
definisi dari aku
di kepalamu

satu lagi,
terimakasih untuk
detak waktu yang melingkar
di pergelangan tangan kirimu
sebab telah menanggapi 
penasaranku atas waktu pagi itu

nantinya
semoga kamu tahu
pertemuan mata kita
memberimu makna
bahwa aku pernah
menulis tentangmu.

Pukul 1:15

di antara malam dan pagi,
samar-samar serta hutan.